kampus :D

sekarang memulai kehidupan belajar baru di universitas budiluhur😀 , kampus yang ga begitu jauh dari rumah😀 lumayan lah 45 menit, dari pada ke kampus komputer yang lain kan , ada yang deket kenapa engga yee :malu

kalo ada yang mau masuk sini cek di http://budiluhur.ac.id ( promosi dikit boleh lah )

semoga lulus dengan cepat di kampus ini😀

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

dipikiran orang yang mencintaimu

1. orang yg mencintai kmu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kmu , yang ia tahu dimatanya hanya ada kmu satu²nya
2. orang yg mencintai kmu selalu menerima kmu apa adanya , dimatanya kmu selalu yg tercantik/tertampan walaupun mungkin kmu merasa berat badan kmu sudah berlebihan atau kmu merasa kegemukan
3. orang yg mencintai kmu slalu ingin tau tentang apa saja yg kmu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kmu
4. orang yg mencintai kmu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi” , “slmt hr mggu” , “slmt tidur” , walaupun kmu tidak membalas pesannya
5. kalau kmu berulang tahun dan kmu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms
6. orang yg mencintai kmu akan selalu mengingat setiap kejadian yg ia lalui bersama kmu , bahkan mungkin kejadian yg kmu sendiri sudah lupa setiap detailnya , karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya
7. orang yg mencintai kmu slalu mengingat tiap kata2 yg kmu ucapkan bahkan mungkin kata2 yg kmu sendiri lupa pernah mengatakannya
8. orang yg mencintai kmu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu , bahkan mungkin meminjam CD/kaset kmu , karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga
9. kalau terakhir kali ketemu , kmu sedang sakit flu , terkilir , atau sakit gigi , beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu , karena ia mengkhawatirkanmu
10. kalau kmu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kmu
11. orang yg mencintai kmu akan memberikan suatu barang miliknya yg mungkin buat kmu itu ialah sesuatu yg biasa , tapi itu ialah suatu barang yg istimewa buat dia
12. orang yg mencintai kmu akan terdiam sesaat , saat sedang berbicara ditelpon dengan kmu , sehingga kmu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kmu telah mengguncang dunianya
13. orang yg mencintai kmu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu
14. jika suatu saat kmu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kmu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu
15. orang yg mencintai kmu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih
16. orang yg mencintai kmu sering melakukan hal2 yg konyol spt menelponmu 100x dalam sehari , atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu , karena saat itu ia sedang memikirkan kmu
17. orang yg mencintai kmu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kmu jengkel atau gila , saat kmu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi
18. jika kmu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kmu mungkin orang yang terbodoh di dunia
19. kalau kmu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya . ya ia masih menyimpan pesan dari kmu walaupun pesan itu sudah kmu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yg lalu
20. dan jika kmu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan , ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya . karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu
21. Jika suatu saat kmu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain , ya ia slalu mnunggumu . . .

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2865862

Posted in Apa aja :D | Leave a comment

Stop Using Autism on our jokes

Autism is about having a pure heart and being very sensitive… It is about finding a way to survive in an overwhelming, confusing world… It is about developing differently, in a different pace and with different leaps

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…Di usia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…

Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini. Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya…Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… ( ( (

AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang (

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk…CEPATTTT!!!” Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku…PINGSAN..

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh Sil… marahin Sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=

Posted in Apa aja :D | Leave a comment

menjadi indonesia

“Kita membawa nama bangsa dan bangsa itu bernama Indonesia,” ujar Wong Pak dengan wajah sangat serius dan air muka yang antusias. Lelaki ini adalah petinggi Yayasan Kong Ha Hong yang baru saja turun di kejuaraan dunia Barongsai ke 9 yang memang rutin tahunan dilakukan di Genting, Malaysia. Wong tentu sama sekali tidak merujuk pada kosakata Jawa yang sering saya dengar setiap ayah saya mengajak mudik ke kampungnya. Nama ini adalah marga yang sangat ia banggakan “Karena kami adalah keturunan Wong Fei Hung!” tegas Jacky Sjarif putra bungsunya.

Nanti dulu! Bagaimana bisa nama Wong Pak bisa memiliki keturunan bernama Jacky serta bermarga Sjarif. Anda yang membaca tulisan ini tentu segera paham, karena inilah isu terbesar yang ada di republik kita. “Nama ganteng” Wong Pak adalah Ronald Sjarif “Nama belakang itu saya ambil dari nama istri saya, supaya anak saya jelas datangnya dari mana,” ujarnya terkekeh.

Diskriminasi besar-besaran pada etnis yang sebenarnya memiliki andil besar di segala sendi kehidupan bangsa di negeri kita. “Pada masanya banyak atlet Sepakbola berasal dari etnis Cina, mereka praktis lebih sehat dan kuat karena gizi mereka secara umum memang baik,” tulis Arif Natakusuma di sebuah artikelnya bertahun lalu. “Mereka kemudian menghilang karena jika terjadi kerusuhan di pertandingan, mereka bisa dengan mudah jadi sasaran,” tulis Nata lagi.

Jauh sebelum Nata menorehkan artikelnya, saya selalu coba memahami tangis Susi Susanti dan suaminya Alan Budi Kusuma saat keduanya memberi Indonesia medali emas Olimpiade 1992, pencapaian yang belum pernah dimiliki bangsa kita. Susi menangis dan masih dengan air matanya yang menetes, ia menceritakan perasaannya telah berhasil memberi sumbangan pada bangsanya. Ia memberi banyak bagi bangsa yang bernama Indonesia, sebuah kata yang diberikan oleh para pendiri bangsa agar bangsa-bangsa di Nusantara kemudian menjadi satu dan selalu satu dalam satu negara.

Apakah kemudian bangsa itu memberi balasan yang layak pada orang-orang seperti Susi, Alan atau Hendrawan? Tidak juga….benar mereka dibanjiri bonus, bintang kehormatan dan segala tetek bengek protokoler penghormatan pada para layaknya para pengharum bangsa lainnya. Tapi bangsa kita lupa bahwa orang-orang ini perlu juga diberi hal terpenting dalam hidupnya sebagai manusia yang lahir, tumbuh di Indonesia serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar…..yaitu status kewarga negaraan. Jika tak ada Olimpiade Athena yang meminta mereka membawa obor, saya pun mungkin akan melewatkan peristiwa kancut ini…..peraih medali emas dari Indonesia belum resmi jadi warga Indonesia.

Apa lagi yang diragukan dari Susi, Alan, Liem Swie King, Rudy Hartono dan para seniman bulu tangkis dunia itu? Nama-nama yang bagi saya setara Pele, Puskas, Maradona atau Crujjf di lapangan Sepakbola dimiliki oleh kita, tapi kita tidak memberi mereka apresiasi yang sederhana….dianggap sebagai orang Indonesia.

Kita tak hanya lama tidak memberi apa yang layak mereka punya, tapi kita juga merampas apa yang mereka punya. “Hari itu tahun 1966 dan usia saya masih 21 tahun,” ujar Pak menceritakan saat-saat ia “dipaksa” berhenti dari permainan yang ia cintai. Tersirat ia sempat berkata pada saat-saat itu sesekali ia masih sesekali mencuri kesempatan bermain sampai akhirnya berhenti total karena ancaman hukum yang disediakan pemerintah kita saat itu. Butuh 33 tahun bagi Pak untuk kembali melakukan apa yang sangat ia cintai di saat muda. Tapi berhubung dia bukan Highlander macam Duncan Mc Leod, di usia lebih dari setengah abadnya Pak memilih untuk membina anak-anak muda untuk memainkan kembali permainan khas yang berasal dari tanah leluhurnya ini.

Kong Ha Hong adalah salah satu wakil Indonesia di kejuaraan level dunia sekelas All England di bulu tangkis atau Champions League di Sepakbola. Mereka adalah juara kejuaraan sejenis di Guangzhou dan membawa beban berat sebagai salah satu tim yang diunggulkan. Saya pergi ke Genting bersama mereka untuk melihat sekaligus mengagumi aksi yang biasa cuma bisa saya lihat di film-film klasik Mandarin. Saya datang di sebuah kejuaraan yang bahkan media dari Amerika Serikat (yang mengirim wakilnya) juga datang dan meliput. Jelas berbanding terbalik dengan media-media lokal yang lebih sibuk membahas dunia virtual twitter yang katanya siap meruntuhkan pemerintahan SBY, atau film Inception yang terus dibahas ala Freudian dan berbagai idioma pintar lainnya.

Seolah permainan yang datang dari etnis yang sudah datang ke Nusantara jauh sebelum Rasulullah lahir itu dianggap belum mampu berasimilasi dengan kehidupan masyarakat kita yang secara fisik sebenarnya mirip-mirip aja dengan salah satu suku dari etnis Tionghoa (emang dari sono juga kita banyak berasal kok hehe). Kita telah menyicipi berbagai makanan dari Nusantara dengan sentuhan Tionghoa, tapi kita masih meminta mereka mengganti nama mereka walau nama itu diturunkan oleh orang-orang besar di tanah leluhur mereka. Apa salahnya bermarga Wong, Xiong, Milito, Rodriguez, Ivanovic, Hutapea atau Matulessy. Karena nama pada akhirnya tidak menggambarkan kecintaan orang pada negaranya. Zinedine Yazeed Zidane jelas bukan nama Perancis, Lukas Podolski jelas bukan nama Jerman…..bahkan Abdurrahman Wahid pun jelas-jelas bukan nama Indonesia. Oiya, Sukarno juga nama India bin Sansekerta.

“Nama Indonesia ada di dada kita, jika kita menang, kemenangan ini buat bangsa kita,” tentu Pak merujuk pada bangsanya, bangsa Indonesia yang telah mematikan cintanya selama 32 tahun. Kepala filmis saya berputar hebat saat membayangkan dirinya pertama kali menemukan kenyataan bahwa ia dilarang meloncat-loncat seperti singa, saya lalu membayangkan diri saya dilarang menonton atau main Sepakbola, dilarang bikin film dan dilarang menulis oleh hukum Indonesia. Atau Anda dilarang ngetweet oleh Menkominfo kita yang lucu itu.

Saya kemudian membayangkan perasaannya, saat semua harapan bisa saja semakin menipis dan usia semakin menua…ternyata cintanya masih bisa ia raih kembali walau ia bukan lagi aktor utama permainan tersebut. ”Gus Dur orang hebat, tanpa dia mungkin Barongsai masih ngumpet dalam rumah,” ujar Pak menyebut nama mantan Presiden kita yang celetukannya saja boleh kita jadikan kutipan itu. “Kalau kamu gak bisa main ama Cina, gimana kamu mau pacaran sama bule?” ujar ibu saya saat saya kecil dulu, saat saya diantarkan pengemudi becak beretnis Cina di kampung ibu saya di Jambi sana. “Bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka sebangsa dengan kita, sementara mereka terus saja membunuhi kita?” ujar Hasan Tiro tentang invasi TNI dari Pulau Jawa atas nama menertibkan keamanan.

Apa sih budaya Indonesia? Bagi saya, inilah salah satu budaya lokal kita. Saya yang tidak merasa terwakili oleh Tari Pendet atau Kecak Bali karena bukan etnis Bali, tidak terepresentasi oleh Batik karena tidak terlau paham budaya Jawa atau tidak kenal dengan baik pada budaya Siri, La Galigo milik nenek moyang saya di Bugis…..juga tidak paham secara kultural pada budaya matrilineal Minang daerah asal ibu saya. Saya hanya memahami bahwa apapun yang ada dari Nusantara adalah budaya masing-masing etnis dan kebetulan karena kita senegara, kita harus respek padanya. Atau jika perlu mengaguminya seperti saya mengagumi kedahsyatan Kecak.

Budaya Indonesia? Coba deh didefinisikan lagi, apa itu Indonesia

dikutip : http://andibachtiar.blogdetik.com/2010/07/25/menjadi-indonesia/

Posted in INDONESIA | Leave a comment

kisah cinta seorang prajurit ( di medan pertempuran )

Kendari, 25 Juli 2010 22:56 WITA Malam pun berganti pagi, mentari pun menyingkirkan kegelapan. Sang prajurit bersiap untuk menuju medan pertempuran, melawan musuh yang menghadang sebuah kemerdekaan bangsa, kenikmatan harga diri, dan kemewahan alam anak negeri. Berjalan dengan seragam lengkap, langkah tegap dan berwibawa, membawa senjata lengkap dengan amunisinya serta yang paling penting adalah semangat yang dibalut dengan keteguhan hati membela sang ibu pertiwi. Langkah demi langkah ditempuhnya, bertemu dengan pasukan lain dan masuk dalam barisan pertahanan. Diriku semakin larut dalam cerita perjuangan ini, sang prajurit yang tak kenal lelah. “Pasukan berkumpuuuullll….”, teriak sang komandan. Mereka berkumpul dengan sigap, cepat dan langsung terlihat rapih. Memberikan arahan dan memberikan gambaran tentang lapangan kepada para prajurit, agar dapat saling bekerja sama, saling memahami satu sama lain dan saling membantu rekan-rekan di lapangan. “Baik,, arahan selesai… kita akan berangkat besok pagi, persiapkan diri kalian untuk esok”, ucap sang komandan yang diketahui bernama Kapten Suprapto. Di barak mereka saling berbincang, melepas lelah dengan canda tawa, ada pula yang membaringkan badan untuk menikmati malam sesaat, sedangkan lainnya mempersiapkan perbekalan untuk esok pagi. Malam terus bergelut, sang bintang bersinar kerlap-kerlip seiring berjalannya waktu menunggu pagi. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, pasukan segera beristirahat sambil menunggu sangkakala dihembuskan. Sang prajurit dengan pangkat sersan dua itupun terbaring lemah, menanggalkan sebagian seragamnya untuk dikenakan esok hari. Surya bersinar terang, merujuk sang ayam untuk segera berkokok menyingkirkan nikmatnya malam. Para prajurit terbangun dari tidurnya yang lelap, bergegas untuk segera berangkat menuju medan pertempuran. Saat ini bukan musuh biasa yang dihadapi, bukan hanya kompeni Belanda atau Inggris dengan teknologi mereka yang canggih. Ini zaman penjajahan Jepang, kita juga dihadapkan pada moral bangsa yang amburadul, lebih tergiur melihat tahta dan harta daripada penderitaan bangsa sendiri. Seperti biasanya, sang prajurit selalu meninggalkan pesan untuk disampaikan kepada istri tercinta yang ditinggalkannya menuju medan perang, “ Wahai istriku tercinta, ketika surat ini kau baca mungkin diriku sedang berada di medan perang. Membela kebenaran dan tanah air tercinta, bukan untuk sekarang namun kelak dirasakan oleh anak cucu kita mendatang. Istriku tercinta, maaf bila ragaku tak mampu menemanimu menjaga sang buah hati. Kelak aku akan berusaha kembali ‘tuk melihat anak kita yang tumbuh seperti kedua orang tuanya. Doakan diriku selamat ketika berjuang, ajarkan anak-anakku kelak untuk memahami arti cinta kepada kedua orang tua, disiplin dan rasa nasionalisme. Jangan biarkan mereka terpuruk dalam gejolak pergaulan yang tidak sehat, dan biarkan mereka terdidik menjadi seorang pelajar. Mungkin itu yang bisa kusampaikan, harap kau menjaga baik-baik surat ini hingga ku kembali untuk kalian. Salam sayang dari suamimu tercinta. Surabaya, 12 Agustus 1944.” Tak disangka prajurit yang begitu gagah di medan pertempuran, akan selalu ingat kepada keluarganya di rumah. Maka ia pun berangkat menuju ke medan perang dengan membawa catatan harian kecil yang selalu tersedia di saku kanannya.

Posted in Apa aja :D | Leave a comment

MAHAMERU, puncak para dewa

Mahameru, puncak para dewa
Sejarah Bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peradaban hindu kuno yang telah lebih dahulu ada dari agama Islam. Hindu telah berkembang pesat di Pulau Jawa sejak abad ke-8, kedatangan para pedagang Islam telah membawa pengaruh besar terhadap budaya Hindu di Indonesia. Islam telah tumbuh dan berkembang menjadi agama mayoritas. Hal tersebut juga membuat banyak kerajaan yang berlatar belakang agama islam melakukan perluasan daerah ke daerah-daerah kekuasaan kerajaan hindu. Akibatnya banyak para penganut hindu yang merasa terdesak dan akhirnya melarikan diri ke daerah pegunungan bromo dan tengger. Sisanya menyebrang ke Bali dan menghasilkan kebudayaan Bali yang seperti saat ini dikenal. Masyarakat yang berdiam di pegunungan-pegunungan tetap berpegang teguh pada budaya nenek moyang mereka.

Bukti peninggalan hindu kuno di pegunungan bromo adalah arca kuno di pinggiran Ranu kumbolo, sebuah danau di ketinggian 2300an meter dari permukaan laut (mdpl). Selain itu masih terdapat peninggalan lain di tanah lapang yang tidak terlalu luas di leher gunung semeru, batu tersebut bernama arcopodo. Berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca, batu tersebut berukuran tidak terlalu besar. Salah seorang pendaki ternama Indonesia, Herman Lantang dan norman edwin berhasil menemukan arca tersebut. Saya pun pernah melihat foto beliau bersama arca kembar tersebut. Akan tetapi pada waktu saya ke semeru saya tidak menemukan arca kembar teserbut. Mitos yang berkembang adalah hanya orang-orang tertentu yang mampu melihat arca tersebut dan dalam ukuran yang berbeda-beda. Versi lain menyebutkan arca tersebut telah dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, entah versi mana yang benar.

Budaya hindu tengger dan Bali tidak dapat dipisahkan dari perkembangan agama Hindu di Indonesia. Menurut kepercayaan masyarakat Hindu gunung Semeru adalah induk dari Gunung Agung di Karang asem, Bali. Maka tak heran jika bulan-bulan tertentu Gunung Semeru ramai dikunjungi oleh masyarakat hindu Bali. Mereka mempercayai dewa shiwa berdiam di puncak semeru. Selain itu didalam kepercayaan mereka, mata air sumber mani yang terletak 1 jam dari kalimati adalah salah satu mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat hindu. mata air lain yang dikeramatkan terletak di Gunung Rinjani, tepat dekat danau segara anakan. Keduanya pernah saya kunjungi ketika mendaki Rinjani dan Semeru, terlihat banyak “sesaji” masyarakat yang meminta pituah disana.

Dari analisa pendek diatas jelas bahwa masyarakat Jawa dan Bali masih memiliki keterikatan budaya, yakni budaya hindu kuno yang sampai detik ini masih bertahan di dinginnya pegunungan bromo tengger semeru. Semoga warisan budaya ini akan tetap bertahan dan terus ada di pegunungan para dewa.

Tulisan ini hanya didasarkan pada pengamatan dan analisa sempit saya setelah mendaki gunung Rinjani dan Semeru. Sehingga mohon maaf apabila terdapat kekeliruan.

arca kuno
sumber mani
Posted in INDONESIA | Leave a comment

sepakbola bapak bangsa

Oleh. JJ Rizal (Sejarahwan)

Bersama cahaya Aufklarung yang dibawa peme rintah kolonial lantaran merasa berutang budi kepada masyarakat tanah jajahan, pada akhir abad ke-19 sepak bola tiba di Hindia Belanda. Olahraga itu segera menjadi “agama baru”, seperti halnya nasionalis me, komunisme, islamisme, dan sosialisme.

Seperti ideologi-ideologi itu, sepak bola pun tumbuh menjadi counter culture terhadap perkembangan masyarakat dan sejarah kolonial. Sebagaimana pergerakan politik awal abad ke-20, berbagai bond atau klub sepak bola yang bermunculan juga segera diliputi semua sifat khas yang, menurut Ben Anderson, menjadi zeitgeist atau jiwa zaman saat itu: muda, maju, dan sadar.

Bukankah Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lahir pada 1930 sebagai puncak keresahan yang telah lama menghantui klub-klub pribumi (termasuk Tionghoa) atas perlakuan diskriminatif Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), perkumpulan sepak bola Hindia Belanda. NIVB tak menganggap ada bond pribumi, baik sebagai anggota maupun penonton. Perhatian hanya ditujukan kepada bond Belanda dan anggota pemain kulit putih.

Tak mengherankan bila Boedi Oetomo menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang paling diperhatikan. Soetomo tahu betul betapa akrab tokoh-tokoh pergerak an dengan sepak bola. Mereka bukan saja meyakini bahwa sepak bola adalah salah satu ujung tombak gerakan menggelorakan nasionalisme dan menentang kolonialis me, melainkan mereka juga-terutama Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, dan Thamrin-pemain bola yang andal, atau setidaknya seorang maniak sepak bola.

Hatta tidak banyak mempunyai kegemaran. Tapi dalam memoarnya diungkapkan bahwa waktu masih kecil dan pada masa mudanya ia sangat senang menonton dan bermain sepak bola. Hatta adalah penyerang andal, tapi juga sohor sebagai back yang kedot. Ia tidak mau bermain kasar. Kalau lawan bermain kasar, ia hanya berkata, “Tidak baik bermain seperti itu. Kita berolahraga untuk mencari persahabatan dan untuk kesehatan.”

Sjahrir, menurut penulis biografinya, Rudolf Mrazek, sejak di Europeesche Lagere School (ELS) atau sekolah rendah Eropa di Medan pada 1915, sudah sohor sebagai penggila bola. Tidak seperti Hatta, bagi Sjahrir sekolah tak boleh menganggu kegemarannya akan sepak bola. Sjahrir sohor sebagai penyerang tengah yang “ahli, tangkas, dan pandai”.

Sepak bola pula yang segera membuat Tan Malaka populer. Selama tinggal di Haarlem pada 1914-1916, Tan Malaka menjadi anggota bond sepak bola Vlugheid Wint (Kecepatan Menang). Nama perkumpulan itu sesuai dengan cara Tan Malaka bermain, “kecepatannya luar biasa”, karena itu “ia segera mendapat sukses”. Tan Malaka bermain di garis depan. Dia penyerang yang gesit dan licin, terutama sangat berbahaya kalau ia merumput tak bersepatu alias nyeker.

Tak banyak informasi mengenai Muhammad Husni Thamrin dan Soekarno sebagai pemain sepak bola. Thamrin-politikus Volkraad atau Dewan Rakyat yang dianggap paling berbahaya di Hindia Belanda-dalam kesaksian keluarga memang disebut sebagai pecandu sepak bola.

Ketika masih bersekolah ELS pada 1911, Soekarno juga sohor sebagai pesepak bola andal. Selanjutnya, tak ada informasi lagi ihwal Soekarno sebagai pemain sepak bola. Meskipun informasi Thamrin dan Soekarno sebagai pemain sepak bola minim, sebaliknya keduanya diketahui menaruh perhatian besar pada persepakbolaan.

Thamrin yang mendesak gemeente atau kota praja agar memperhatikan keperluan klub-klub sepak bola pribumi akan lapangan sepak bola. Dia telah merogoh koceknya sendiri f 2.000 sebagai hibah, sehingga untuk pertama kalinya klub pribumi di Batavia punya lapangan sendi ri. Itulah lapangan VIJ, yang pada 1932 menjadi tempat pelaksanaan Kejuaraan Nasional II PSSI. Saat pertan dingan final antara VIJ dan PSIM, Thamrin secara khusus meminta Soekarno, yang baru saja bebas dari Penjara Sukamiskin, melakukan tendangan pertama tanda dimulainya pertandingan.

Perkembangan kemajuan klub-klub sepak bola pribumi begitu pesat. NIVB sendiri mengakui hal ini setelah melihat permainan VIJ yang mampu mengungguli SIVB dalam Kejuaraan Nasional PSSI III di Surabaya. Padahal SIVB banyak memakai pemain kulit putih terbaik NIVB. Itu pula yang mendorong panitia Piala Dunia 1938 di Paris, Prancis, mengundang Indonesia untuk ikut.

Namun penguasa kolonial di Batavia melarang tim PSSI berangkat. sebagai gantinya organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda yang diresmikan pada 1936, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU), disuruh merancang kesebelasan yang pemainnya telah dipilih untuk diberangkatkan. Kekhawatiran pemerintah kolonial dapat dipahami mengingat pada 7 Agustus 1937, tim PSSI yang dibentuk mendadak saja berhasil menahan imbang kesebelasan Nan Hwa dari Tiongkok. Padahal kesebelasan yang dipimpin Lee Wai Tong “Sang Raja Bola Asia” itu sebelumnya dengan mudah mempecundangi kesebelasan Belanda 4-0.

Maka sesungguhnya tim yang diberangkatkan ke Pia la Dunia Paris 1938 adalah tim yang dikonsepkan untuk memperlihatkan superioritas Eropa. Alhasil, tersiar berita Indonesia dipecundangi pada babak pertama 6-0 oleh Hungaria, yang kemudian jadi juara kedua dalam pertandingan keseluruhan.

Setelah kemerdekaan, tidak seperti di lapangan per gerakan yang menggebu-gebu mencari akar-akar revo lusioner, di lapangan sepak bola adem-adem saja. Sepak bola tidak mengalami kebangkitan sebagaimana banyak bidang lain menyambut kemerdekaan, meski dalam situa si sangat kekurangan.

Dalam konteks itu, tiap pesepak bola pun mengalami ketumpulan visi nasionalisme dan komitmen moral bah wa sepak bola bukan medan kepentingan, melainkan perjuangan, dan ujung tombak gerakan kebangsaan yang. Suatu kehilangan visi yang membuat persepak bolaan Indonesia dalam setengah abad tanpa prestasi, jadi pecundang, dan ironisnya hanya ditanggapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pernyataan “sepak bola Indonesia jangan tunggu Lebaran kuda”.

Sumber: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/07/12/KL/mbm.20100712.KL134075.id.html

Posted in INDONESIA, Sepak Bola | Leave a comment